Sejak panitia Solo International Ethnic Music (SIEM) 2008 membuka lowongan kepada publik untuk menjadi sukarelawan yang akan diterjunkan dalam pelaksanaan event nanti, telah 70 orang telah mendaftar. Namun, jumlah sukarelawan teus bertambah hingga hari ini, karena pendaftaran baru akan ditutup pada tanggal 27 September 2008 nanti.
“Minat masyarakat dari berbagai kalangan untuk terlibat dalam event ini sangat besar, namun tidak semua bisa kami tampung, karena kami memprioritaskan mahasiswa dan kaum muda dengan mempertimbangkan proses regenerasi kepanitiaan,” jelas Adi Sasongko, manajer lapangan SIEM.
Sebagian besar sukarelawan SIEM itu adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Surakarta. “Menjadi kebanggan diri sendiri apabila saya bisa menyumbangkan tenaga dan saya dalam pelaksanaan SIEM kali ini,” kata Agung Lawerissa Setiawan, mahasiswa UNS jurusan akuntansi ini. Ia juga berharap dengan terlibat dalam kepanitiaan SIEM, ia bisa belajar segala hal mengenai pelaksanaan sebuah festival besar.
Semua sukarelawan itu, lanjut Adi Sasongko, akan dibagi dalam berbagai kelompok kerja. Diantaranya menangani SIEM EXPO, Festival, Conference, Media Centre, Bagian Umum, dan penanganan delegasi. “Kesemuanya telah mendapat pengarahan tentang apa yang harus dilakukan. Pengarahan itu kami berikan dengan perbaikan dari penglaman pelaksanaan SIEM tahun lalu,” tandas Adi. (Franciska Oetoro)
DIarsipkan di bawah: Berita | Ditandai: SIEM 2008, Solo, Solo International Ethnic Music Festival and Conference, Surakarta